Tokoh Dakwah Islam

Assalamu'alaikum kali ini ana memposting sebuah resume mengenai tokoh dakwah yang terkemuka, salah satunya yaitu Syaikh Sayyid Quthb. 

Sayyid Quthb

Sayyid Quthb, dengan nama lengkap Sayyid Quthb Ibrahim Husain. Lahir pada tanggal 9 Oktober 1906 di Kampung Mausyah, yang merupakan salah satu provinsi Asyuth di dataran tinggi Mesir. Dibesarkan dalam lingkungan tradisi agama yang kental, yang menitik-beratkan ajaran Islam dan mencintai Al-Qur’an.
Ia anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Al-Haj Quthb bin Ibrahim dan ibunya bernama Sayyidah Nafash Quthb. Ayahnya seorang petani terhormat yang relatif berada dan merupakan salah satu anggota partai nasionalis. Tahun 1941, ayahnya meninggal dunia disaat ia sedang kuliah, tidak lama kemudian ibunyanya menyusul.
Sayyid Quthb menempuh pendidikan dasar selama empat tahun dan ia bergelar hafizh ketika berusia sepuluh tahun, ia juga sering mengikuti lomba hafalan al- Qur’an di desanya. Pengetahunnya yang mendalam dan luas tentang al- Qur’an dalam konteks pendidikan agama, tampaknya mempunyai pengaruh yang kuat pada hidupnya. Menyadari bakatnya, orang tuanya memindahkan keluarganya ke Halwan, daerah pinggiran Kairo. Tahun 1929, ia memperoleh kesempatan masuk ke Tajhiziah Darul Ulum (nama lama Universitas Kairo, sebuah universitas yang terkemuka di dalam bidang pengkajian ilmu Islam dan sastera arab, dan juga tempat al-Imam Hasan al- Banna belajar sebelumnya). Pada tahun 1933 ia memperoleh ijazah S1 dalam bidang sastra dan diploma dalam bidang tarbiah.
Setelah lulus kuliah, ia bekerja di Departemen Pendidikan dengan tugas sebagai tenaga pengajar di sekolah- sekolah milik Departemen Pendidikan selama enam tahun. Ia mendapat tugas belajar ke Amerika selama dua tahun, untuk mengkaji kurikulum dan sistem pendidikan Amerika. Lalu kembali ke Mesir tanggal 20 Agustus 1950, kemudian diangkat menjadi Asisten Pengawas Riset Kesenian di Kantor Menteri Pendidikan. Tanggal 18 Oktober 1952, ia mengajukan permohonan pengunduran diri.
Sekembalinya ke Mesir, Sayyid Qutb masuk Ikhwanul Muslimun dan mulai terus menulis tentang topic-topik Islam. Ia semakin yakin bahwa Islamlah yang sanggup menyelamatkan manusia dari paham materialisme, sehingga terlepas dari cengkraman materi yang tak pernah terpuaskan.
Dunia tulis menulis tidak asing bagi Sayyid Quthb. Sejak masa muda ia telah mengasah kemampuan menulisnya. Ratusan makalah di berbagai surat kabar dan majalah Mesir memuat tulisan-tulisannya, seperti Majalah Al-Ahram, Ar-Risalah, dan Ats-Tsaqafah. Ia sendiri menerbitkan majalah Al-Alam Al-Arabi dan Al-Fikrul Jadid, selain memimpin surat kabar pekanan Al-Ikhwanul Muslimun tahun 1953.
Dengan tulisan-tulisannya tersebut ia menjadi tokoh fenomental dengan segenap kontroversinya. Pikiran- pikirannya yang tajam dan kritis sudah tersebar dalam berbagai karya besar yang menjadi rujukan  berbagai gerakkan Islam. Dalam makalah-makalahnya, ia selalu memerangi bentuk-bentuk kerusakan dan penyimpangan di kehidupan sosial, politik dan ekonomi Mesir. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap kerusakan ini, yakni pemerintah adalah sasaran dari kritikan-kritikannya. Selain itu, ia selalu menjadikan Islam sebagai solusi atas seluruh kerusakan yang terjadi. Dengan gerak dakwah semacam ini, Sayyid Quthb selalu hadir di tengah-tengah kehidupan rakyat Mesir. Ia menegaskan, bahwa Inggris, petinggi-petinggi kerajaan, dan pemerintahan yang menjadi antek-antek penjajah dan melakukan kolaborasi dengan mereka, tokoh-tokoh partai, feodalisme, dan konglomerat, merupakan sumber utama penyebab keterbelakangan Mesir.
Sayyid Quthb menentukan jalan hidupnya untuk menjadi mujahid dakwah pada tahun 1947. Ia mulai menyerukan kebangkitan Islam dan menyerukan dimulainya kehidupan berdasarkan Islam. Ia menyeru kepada umat agar kembali kepada aqidah salafush shalih. Pemikiran ia sendiri adalah pemikiran salafi, yang bersih dari noda. Pemikirannya terfokus pada tema tauhid yang murni, penjelasan makna hakiki La ilaha illallah, penjelasan sifat hakiki iman seperti disebutkan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Dalam banyak bukunya, ia menekankan pentingnya masalah hakimiyah dan loyalitas hendaknya murni hanya untuk Allah semata.
Buku-buku yang beliau terbitkan lebih dari 20 buku. Salah satu yang terkenal yaitu Tafsir Fi- Zhilal al-Qur’an. Buku ini memiliki ke-khasan yaitu sarat dengan perenungan pengarangnya. Pengarang berhasil menghimpum, menjalin dan mensinergikan ayat-ayat Al-Qur’an yang dimana memilki tema yang berbeda di setiap lembaran mushafnya. Tafsir ini merupakan rujukan terpercaya para aktivis Islam. Tafsir ini buakn hanya tafsir al-Qur’an, tapi juga merupakan saksi nyata dari kehidupan musaffirnya sendiri.
Adanya tafsir ini memiliki tujuan oleh pengarangnya, menurut al-Khalidi yaitu:
Pertama, menghilangkan jurang yang dalam antara kaum Muslimin sekarang dengan al- Qur’an. Sayyid Quthb menyatakan “ Sesungguhnya saya serukan kepada pembaca Zhilal, jangan smapai Zhilal ini yang menjadi tujuan mereka. Tetapi hendaklah mereka membaca Zhilal agar bias dekat kepada alQur’an. Selanjutnya agar mereka mengambil al-Qur’an secara hakiki dan membuang Zhilal ini.
Kedua, mengenalkan kepada kaum Muslimin sekarang ini pada fungsi amaliyah harakiyah al-Qur’an, menjelaskan karakternya yang hidup dan bernuansa jihad, memperlihatkan kepada mereka metode al-Qur’an dalam pergerakkan dan jihad melawan kejahiliahan, menggariskan jalan yang mereka laui dengan mengikut petunjuknya, menjelaskan jalan yang lurus serta meletakkan tangan mereka di atas kunci yang dapat mereka gunakan perbendaharaan-perbendaharaan yang terpendam.
Ketiga, membekali orang Muslim sekarang ini dengan petunjuk amaliah tertulis menuju ciri- ciri kepribadian Islami yang dituntut, serta menuju ciri- ciri Islami yang Qur’ani.
Keempat, mendidik orang Muslim dengan pendidikan Qur’ani yang integral, membangun kepibadian Islam yang efektif, menjelaskan karakteristik dan ciri- cirinya, factor-factor pembentukan dan kehidupannya.
Kelima, menjelaskan ciri-ciri masyarakat Islami yang dibentuk oelh alQur’an, mengenalkan asas-asas yang menjadi pijakan masyarakat Islami, menggariskan jalan yang bersifat gerakkan dan jihad untuk membangunnya. Dakwah secara murni untuk menegakkannya, membangkitkan hasrat para aktivis untuk meraih tujuan ini, menjelaskan secara terperinci mengenai masyarakat Islami pertama yang didirikan oleh Rasulullah SAW. Di atas nashnash al-Qur’an, arahan-arahan dan manhaj- manhajnya sebagai bentuk nyata yang bias dijadikan teladan, misal dan contoh bagi para aktivis.


Daftar Pustaka :
Fachry, M. 2011. Asy-Syahid Sayyid Quthb: mujahid dakwah yang istiqomah hingga akhir hayatnya. Tersedia pada : https://www.arrahmah.com [01 Desember 2017].
Faizun, M. 2014. Bab III Riwayat hidup Sayyid Quthb dan konsep pemaparan kisah dalam Al- Qur’an. Tersedia pada : http://eprints.walisongo.ac.id [01 Desember 2017].
Luthfi, F. 2011. Konsep politik islam Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilal Qur’an [skripsi].        Tersedia pada : http://repository.uinjkt.ac.id. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Tauhidi, M. P. N. 2011. Perjalanan Sayyid Quthb ke Amerika: satu janji itu adalah surga bagi mereka yang telah berjihad (8-Habis). Tersedia pada : http://m.eramuslim.com [01 Desember 2017].
Anonim (AW). 2014. Nasihat Asy Syahid -insya Allah- Sayyid Quthb untuk para aktivis dakwah. Tersedia pada : http://jurnalislam.com [01 Desember 2017].

Kirimkan saran dan kritik membangun, syukron.

Komentar