VMJ
What’s VMJ?
VMJ yaitu
singkatan dari Virus Merah Jambu. Dikatakan sebagai ‘virus’ mungkin berkaitan
dengan mengakarnya masalah tersebut seperti virus yang menginjeksi siapa aja
yang diserangnya. Sistem virus sendiri dapat berkembang dalam tubuh inang yang
tempatinya kemudian membelah dan menyebar diseluruh daerah yang diinjeksinya.
Ini ilmiahnya yaa....
Merah Jambu you know lah warna yang diminati kaum
hawa dan adam yang cocok digambarkan dengan cinta. Merah jambu berarti
seseorang dalam masa saling suka saling ingin mengenal dll,,, tambahin sendiri.
Lalu kalau
digabungin jadinya VMJ merupakan virus yang menginjeksi setiap manusia yang ter
‘infeksi’ dari awal ketertarikan dalam hal percintaan. Jadinya gini gaes, knp
jadi gw yang ilfil but it’s n*rm*l dhe hahaha
Lalu, apa sih
dasar munculnya VMJ itu sendiri? Hmmm, menurut gw hal ini didasari dengan
kebutuhan manusia itu sendiri. Dalam pandangan sosial, manusia perlu adanya
interaksi sosial dan manusia tidak sendiri. Jadi pengennya yah ada komunikasi
antar manusia itu. Kemudian dari pandangan biologisnya, manusia memiliki
ketertarikan antar manusia lainnya yang NORMALnya mah yaa sama lawan jenis,
kalau yang ABNORMAL mah yang sejenis, jijik
euww. Yah gitulah harap dimaklumi namanya juga manusia.
A : Kenapa
sih lu p*c*r*n ??!
B :Yah, nanti antum ge paham kalau udah gede (dewasa).
Nah pemikiran
ini yang ada pada benak mereka yang ‘lebih dewasa’ katanya entah itu anak kecil
yang kek dewasa, remaja yang kek dewasa, yang dewasa kek dewasa, yang tua yang
kek remaja, yang udah masanya kek anak kecil dsb kenape jadi kek gini dah hahaha.
Apa sih ukuran
dewasa itu? Pemikirannya matang, visi hidupnya jelas, dia gak bakal mikirin
yang tidak berguna, dan lebih mendekat kepada ada yang lebih penting dalam
hidupnya. Tambahannya dewasa berarti tingkah laku, memiliki pemikiran dan
tujuannya hanya karena Allah SWT. Ini pemikiran gw sih,, silahkan ada yang
lainnya, boleh komentar
Yang terjadi
dikehidupan saat ini. Anak millenial (anak 90-an) dimana adalah masa-masa gw
sekarang dan temen2 merasakan perlu adanya tindakan ‘dewasa’ dalam kehidupan biar gk kek gini-gini aja. Adanya masa
penjajakan, ingin mengenal lebih satu sama lain, menjalin relasi yang
seluas-luasnya sampai mencari jati dirinya yang sebenarnya. Semester tua dan
masih pengen di kampus hehehe. ‘Dewasa’ mungkin beberapa dari kaum millenial
memiliki kemampuan secara finansial dan pemikiran. Dan mengganggap semua itu
cukup untuk tindakan yang lebih mengenal lawan jenis dengan cukup jelas ‘tanpa
kode’.
Mudahnya akses
jaman ayeuna melalui medsos mempermudah jalannya komunikasi antar individu.
Kita masuk topik lagi lebih jelasnya yaa yaitu komunikasi antar lawan jenis.
Tidak dapat dipungkiri masuknya medsos dalam kehidupan begitu mengakar dan tidak
lepas dari genggaman individu jaman sekarang. Masalah ini pun menjadi mudah
terlaksanakan. Kemudian faktor jauh dari ortu/ lost control ortu bagi anak yang beranjak dewasa ini, udah gak mau
lagi dimanjain atau dikepoin sama umi/abi atau mamak/bapak. Jadi bertindak
semaunya sendiri dan dapat ditutup rapat2 adanya komunikasi jalinan percintaan
ini.
Terus gimana
pandangan Islam mengenai hal tersebut?
Ya, didalam
Islam sangat sangat sangat mengatur jalinan komunikasi antar lawan jenis. Dari
harus ada mahrom diantara mereka, tidak berikhtilat atau berdua2an, tidak bercampur
baurnya antara ikhwan dan akhwat, bila bertemu dan berpapasan menundukkan
pandangan, memberikan hijab atau kain penutup pada saat rapat atau semua
kegiatan komunikasi, menjaga diri dari yang tidak halal (semua aurat laki2 dan
perempuan), dan banyak deh yang lainnya.
Dalam QS. An-Nur ayat 30-31
yang artinya
“Katakanlah
kepada orang laki-laki yang beriman:’Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu
adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
mereka perbuat’ ”(ayat 30)
“Dan katakanlah
kepada para perempuan yang beriman,
agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka,
atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam)
mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua)
yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum
mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya
agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua
kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung” (ayat 31)
Dapat dilihat
dari konteks kedua ayat tersebut perempuan lebih detail dalam menjaga diri dan
lebih banyak batasan-batasan dalam perilakunya. Sudah jelas apa-apa yang di
perintahkan langsung oleh Allah dalam aspek penjagaan aurat dan menjauhkan dari
nafsu yang merugikan.
Hal tersebut berkaitan
pula untuk tidak mendekati ZINA, zina mata, zina hati, zina pikiran, zina
perbuatan. Dalam QS. Al-Isra’ ayat 32 yang
artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan
keji. Dan suatu jalan yang buruk”. Well deket aja gak boleh apalagi udah yang
berlebihan dst.
And then masih
berlanjut yaa gaes di sesi berikutnya hehe....
Stay with my
blog
Komentar
Posting Komentar